Strategi entry dan Indikator

Ada banyak strategi entry yang digunakan oleh para trader untuk mendapatkan profit, strategi entry atau kalau menurut saya adalah pengeamatan, dimana para trader mengamati pergerkan harga mulai dari open price, sideway area hingga trend. Pada dasarnya semua strategi entry yang diterapkan oleh semua trader adalah sama, buy di harga tertinggi dan sell di harga terendah. Ini adalah prinsip dari pedagang seperti yang saya bahas di postingan saya sebelumnya. 

Akan tetapi untuk menjadi pedagang diforex membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menunggu harga berada di harga tertinggi dan harga terendahnya. Berangkat dari waktu yang cukup lama untuk menunggu, kemudian muncul spekulasi dimana dasar dari strategi entry tadi tidak dipakai, atau diabaikan. Tujuannya sama untuk mendapatkan profit, akan tetapi untuk berspekulasi resiko yang dihadapi sangat besar kalau dibandingkan dengan menjadi pedagang.

Strategi entry dengan spekulasi sangat banyak digunakan oleh para trader, dengan mengandalkan indikator indikator. Dan dengan pemahaman yang terlalu berlebihan dengan indikator. Ada yang menarik dengan pemahaman dalam menggunakan indikator, sering kali para trader mengganti ganti indikator (tools) yang digunakan, tidak cocok dengan yang satu ganti lagi dengan yang lain, hingga pada akhirnya bingung untuk menggunakan indkator yang mana.

Disini saya mencoba menjelaskan pemahaman penggunaan indikator untuk menyusun strategi entry. Sebenarnya mudah untuk menggunakan semua indikator yang ada, baik itu costum ataupun indikator bawaan dari software MT4.

1.       Indikator mengikuti pergerakan harga, bukan harga yang mengikuti indkator
2.       Indikator hanya alat bantu untuk kita konfirmasi pegerakan harga
3.       Indikator bukan patokan utama untuk menyusun strategi entry
4.       Pahami satu indikator saja dulu, setelah mahir baru ganti dengan indkator lain (kalau seneng ngulik).

Strategi entry dengan menggunakan indkator juga disebut dengan analisa teknikal, inti dari analisa teknikal adalah pengamatan dan pemahaman dalam penggunaan indkator. Kenapa saya mengatakan pahami satu indikator saja dulu, karena pada dasarnya satu indikator akan sangat membantu kita dalam menyusun strategi entry. Apapun indikatornya kalau kita paham dengan indikator yang kita gunakan maka resiko yang kita terima juga tidak besar.

Contoh penggunaan indikator Bollinger band, (baca postingan saya menganalisa chart dengan standar deviasi http://analystforex.blogspot.co.id/2015/11/menganalisa-chart-dengan-standar-deviasi.html). Pada posting saya menganalisa chart dengan standar deviasi, saya sudah jelaskan level level dari standar deviasi +/-1 sampai dengan standar deviasi +/-3.

Kenapa standar deviasi? Karena dengan standar deviasi kita bisa melihat dominasi buyers dan sellers dan juga target pergerakan harga. Dengan cara mengamati level level standari deviasi +/-1 sampai dengan standar deviasi +/-3. Cara pengamatan saya adalah dengan cara melihat titik acuan sampai dengan titik pengamatan.
“Ketika harga bergerak dari titik acuan menujut titik pengamatan maka saya melihat pergerakan harga sedang trend, akan tetapi apabila harga bergerak mulai dari titik acuan menuju titik pengamatan dan balik lagi ketitik acuan maka saya melihat pergerakan harga sedang sideway”.

Pemahaman ini yang saya gunakan untuk meyusun strtegi entry saya, sehingga saya tidak terburu buru dalam mengeksekusi entry saya, dengan begini resiko yang saya terima juga tidak begitu besar.
Inti dari menyusun strategi entry adalah pengamatan pergerakan harga, karena dengan pengamatan terhadap pergerakan harga maka untuk menyusun strategi entry juga menjadi semakin mudah.

Mudah mudahan bermanfaat buat semua…. :D

Tags :

No comments:

Post a Comment

; //]]>