Pedagang dan Spekulan
Pada saat pertama kali saya mengenal dunia perdagangan mata uang atau lebih dikenal dengan nama Foreign Exchange (FOREX), saya menemukan banyaknya sudut pandang masyrakat terhadap forex ini. Ada yang mengatakan ini mesin pencari uang, judi, investasi rugi dan sebagainya. Karena sudut pandang mayoritas masyarakat seperti ini, saya menjadi berpikir apakah benar seperti itu adanya atau hanya sudut pandang mayoritas saja? Butuh waktu yang cukup lama buat saya untuk bisa melihat sisi lain dari forex ini, karena pada dasarnya forex adalah bisnis, memang bisnis ini adalah bisnis dengan keuntungan yang menggiurkan dan kerugian yang menyakitkan, hehehhee. kenapa saya bisa mengatakan kalau forex ini adalah bisnis? Hal ini didasari oleh adanya transaksi jual dan beli, jadi saya berpikirnya kalau ada transaksi jual dan beli artinya ada penjual dan ada pembeli, dan sama saja seperti pasar tradisonal pada umumnya.
Yang membedakan hanya saja ini bentuknya virtual atau tanpa fisik, sedangkan pasar ada fisiknya. Tapi pada dasarnya sama, kalau dipasar tradisional wadah untuk transaksi jual belinya ada atau fisiknya ada, sedangkan diforex seperti tidak ada. Nah sudut pandang ini yang membawa saya untuk berani mengatakan atau menuliskan bahwa forex adalah bisnis, bukan judi, bukan juga mesin pencari uang dan juga bukan yang lain lain, ini adalah bisnis.
Konsep diforex juga serupa dengan pasar tradisional ada penjual dan ada pembeli, penjualnya adalah pedagang dan pembelinya adalah konsumen, untuk pasar tradisional, diforex penjualnya adalah kita sendir dan pembelinya juga adalah kita sendiri juga, kita pedagang dan kita sendiri konsumennya. Apakah ada spekulan juga dipasar tradisional? kalau kata saya ada, kenapa bisa ada? dasar dari spekulan sendiri adalah mendapatkan keuntungan yang besar dengan waktu yang cepat. contohnya adalah pedagang sendiri, ada saat dimana seorang pedagang menjadi spekulan, karena satu dan macam macam alasan.
Kapan pedagang mulai beraksi? pada saat dimana harga suatu barang atau produk berada diharga tertinggi dan harga terendah. Disanalah kita bisa melihat pedagang yang sebenarnya. Berbeda dengan spekulan yang beraksi hampir setiap saat, karena dengan berspekulasi maka keuntungan yang didapat juga semakin besar, kalau berspekulasi disaat yang tepat dan sesuai dengan trend yang terjadi, kalau malah jadi sebaliknya, maka kerugian lah yang diterima.
Inti dari sudut pandang saya adalah, kita harus cerdas memposisikan diri kita pada saat kita melakukan sesuatu, tidak hanya pada saat bertransaksi, tapi pada saat apapun.

No comments:
Post a Comment