Menganalisa Chart dengan Standar Deviasi

Menganalisa chart dengan standar deviasi termasuk dalam teknikal analisis dalam forex. Cara ini juga sering kali digunakan oleh trader untuk bisa melihat kekuatan dominasi dari para pelaku pasar, (Buyers dan Sellers).

Sebelum masuk cara menggunakan standar deviasi dalam forex, temen temen bisa baca ata cari tau dulu tentang standar deviasi tersebut. cek https://id.wikipedia.org/wiki/Simpangan_baku.
Disini saya coba share dengan 3 standar deviasi yang biasa digunakan untuk menganalisa chart diforex.

Dalam Statistik, wilayah data yang berada diantara +/- 1 standar deviasai akan berkisar 68.2%, wilayah data yang berada diantara +/- 2 standar deviasi akan berkisar 95.4%, dan wilayah data yang berada diantara +/- 3 standar deviasi akan berkisar 99.7%. (sumber wikipedia).

Dalam distribusi normal data, juga dikenal sebagai kurva lonceng, sebagian besar data dalam distribusi – sekitar 68% – akan jatuh dalam, kurang atau lebih satu satu standar deviasi dari mean (-σ atau +σ). Sebagai contoh, jika standar deviasi dari satu kumpulan data adalah 2, maka sebagian besar data pada kumpulan akan berjarak plus atau minus 2 dari rata-rata. Sekitar 95,5% dari data yang terdistribusi normal adalah dalam dua standar deviasi dari mean, dan lebih dari 99% berada dalam jarak 3 standar deviasi dari rata-rata.

disini saya menggunakan Bollinger band dengan settingan Period 24 (1hari), shift 0 deviation nya bisa di set dari 1 - 3.

Cara setting Bollinger band di chart forex :


Contoh Chart dengan Standar deviasi +/- 1:

Contoh chart dengan standar deviasi +/- 2 :

Contoh Chart dengan Standar deviasi +/- 3:

Mungkin segitu dulu share nya.. nanti dilanjut lagi... :D



Tags :

No comments:

Post a Comment

; //]]>